Monthly Archives: July 2017

Tips Memperbaiki Talang Karpet

Rumahuni.com – Ada beberapa penyebab talang karpet dirumah anda rusak, Itu biasa terjadi karena lapuk, digerogoti tikus, atau permukaan dasar karpet tajam dan kotor. talang karpet yang dimaksud adalah saluran air diatap yang menggunakan atau ditutup alas karpet plastik.

Jika talang karpet rusak, sebaiknya segera perbaiki. Kalau tidak, air hujan bisa merembes ke dalam rumah dan merusak elemen bangunan dibawahnya. Lebih parah lagi, air menetes atau mengucur kedalam ruangan.

Langkah perbaikan talang karpet berawal dari mencari biang keladi masalah. Talang lapuk umumnya disebabkan oleh usia, karpet talang rata – rata lapuk pada tahun kelima pemasangan. Ini karena perubahan cuaca, dari panas ke dingin atau sebaliknya, yang berlangsung terus menerus akibatnya, karpet mengeras getas dan lapuk.

Faktor penyebab lainnya adalah gigitan tikus dan proses pemasangan awal yang tidak sempurna. Keduanya berpotensi membuat karpet berlubang alias bolong – bolong. Gigitan tikus meninggalkan bekas yang nyata, lain halnya dengan proses pemasangan yang tidak sempurna. Kotoran berupa serpihan kayu, atau tonjolan paku pada rangka penyangga talang bisa melubangi karpet jika talang tirinjak.

Tips langkah – langkah sebelum melakukan perbaikan:

Lakukan perbaikan (mengganti keseluruhan karpet talang) pada cuaca cerah. ini untuk menghindari masalah lebih besar, yakni tercurahnya air hujan langsung ke plafon dan atau ruang dibawahnya. Jika harus mengganti keseluruhan karpet talang saat cuaca mendung atau hujan, gunakan terpal menutup nok(puncak atap) hingga ke bagian talang. Pilih karpet talang yang berkualitas, yang tebal dan tak mudah retak atau getas. biasanya talang karpet dijual dalam bentuk gulungan, beli lah karpet yang sesuai dengan panjang talang. Hindari menyambung karpet karena berpotensi bocor. Gunakan paku seng (paku berpayung) untuk merekatkan karpet ke rangka kayu atau tembok, jika ingin mejepit karpet dengan semen, sebaiknya tambahkan pemberat berupa satu susun batu bata diatas karpet, lalu plester dengan semen.

Jasa Arsitektur dan Free Konsultasi, Desain Eksterior dan Interior, Desain rumah klasik, Rumah Klasik modern, Rumah Minimalis p>

Tips Memasang Lampu Coverlight

Rumahuni.com – Ada dua prinsip pencahayaan pada drop ceiling (istilahnya. Coverlight) berdasarkan teori tata cahaya. Pertama, cahaya yang dihasilkan merupakan cahaya pantulan (indirect light), oleh karena itu sumber cahaya dari bohlam tidak boleh langsung terlihat secara visual. Kedua, distribusi cahaya perlu merata, tidak ada boleh ruang gelap (blank spot) diantara cahaya tersebut. Karena itu pula, teknik pemasangan lampu mesti teliti dan cermat.

Apa saja jenis lampu yang dapat digunakan pada area plafon berlekuk itu? ada lima jenis, yaitu lampu selang, LED strip light, incandescent strip light, TLD (neon) dan TL 5 (Neon generasi baru), yang paling umum digunakan adalah TLD.

Bagaimana cara memasang lampu TLD itu? kita hanya menempatkan rumah lampu pada celah plafon. Cukup mudah ya, namun ada trik khusus agar lampu rapi terpasang dan beberapa tips yang harus anda ketahui yakni sbb:

Pemasangan batten harus bertumpuk (overlight), ini demi pendar cahaya yang dihasilkan merata tanpa ada sisi gelap (blankspot). Batten diklem ke plafon. Pastikan coverlight dibuat dengan ukuran yang cocok untuk rumah lampu batten. agar pemasangannya bisa bertumpuk, maka lebarnya harus diatas 15cm, atau dua kali lebar batten. l>

Langkah – langkah pengerjaan: Tentukan titik lampu TLD pada celah cove. Kemudian pastikan celah plafon sesuai dengan ukuran batten (rumah lampu kotak), tinggi 15cm, lebar 15cm. lebar batten-nya sendiri berkisar 6cm. Pasang batten (berbentuk kotak) TLD untuk cover light, tempatkan batten tertelungkup dengan TLD menghadap ke atas, sekrup batten ke plafon. Tarik kabel lampu dari dalam plafon, sambungkan kabel ini kefitting lampu. Rekatkan dengan kertas/plastik perekat setiap titik sambungan kabel. Isolasi ini menjaga kabel tetap aman dan membuat kabel tetap rapi. Pasang lampu TLD ke batten, periksa pendar lampu. Jika sudah baik lampunya siap digunakan.

Source image – ideaonline

Jasa Arsitektur dan Free Konsultasi, Desain Eksterior dan Interior, Desain rumah klasik, Rumah Klasik modern, Rumah Minimalis

Hospital Management Adopting Robots To Reduce Costs

Healthcare administration costs are under pressure as a component of overall healthcare cost control and to maximize the percentage of available funds being applied directly to patient care. These challenges are exacerbated by aging populations and poor dietary and general health practices.

Large IT medical records projects have made some progress over the past decade, but there is still a long way to go.

Hospital Administration Robotic Process Automation technology is now gaining traction by having software Robots perform much of the on-screen, rules based work previously performed by administrative staff. These software Robots can perform the work of 2 or more staff and never make a human error. They can also operate 24/7, are never late for work and are not impacted by poor weather or other unexpected events.

Hospital Administration Robotic Process Automation technology offloads the boring and tedious work from staff and frees them up to perform more innovative service or frees up the administrative budget to be applied more directly to patient outcomes. This is generally seen as a win/win situation as staff are happy to be relieved of the more boring and tedious work.

Corporate and facility consolidation has been another strategy for reducing costs and improving service. These consolidations can result in multiple legacy IT systems needing to be integrated or replaced. This can involve large, long and expensive IT consolidation projects to eliminate the need for staff to deal with multiple systems and avoid the impacts of human error. Robotic Process Automation is proving to be a partial alternative, where the final result is a combination of back-end IT consolidation, supported by Robots still performing functions through the front end of some legacy components or directly through the front end of the new platforms.

Healthcare was an early adopter of Robotics, with surgeons leveraging the technology to perform operations remotely. This is in part why hospital administration robotic process automation is gaining traction so quickly.

Confidentiality of patient records is another consideration in the adoption of Robotic Process Automation in healthcare. Robots only perform activities that they are trained to do and log off systems when they are not performing work. These Robots can also work from virtual computers so that the screens are not visible by people who dont need access. Together this reduces the number of people with access to patient information and therefore enhances security.

The recent expansion in the number of billing codes within the US medical system, moving from ICD 9 to ICD 10, has placed new demands on staff and systems and increased the potential for human error and revenue discrepancies. Robotic Process Automation is an ideal addition to supporting this transition. These software Robots can learn highly complex business rules and apply them exactly and rapidly, without making any human errors. This also ensures that no revenue opportunities are missed or backlog of billings accumulate.